1. SIAP
2. Senantiasa menyadari bahwa hidup di
dunia ini hanya satu kali sehingga aku tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa
guna.
3. Ikhtiar yang disertai niat yang sempurna
itulah tugasku, perkara apapun yang terjadi kuserahkan sepenuhnya kepada Allah
Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku.
4. Aku harus sadar betul bahwa yang terbaik
bagiku menurutku belum tentu terbaik bagiku menurut Allah, bahkan mungkin aku
terkecoh oleh keinginan harapanku sendiri.
5. Pengetahuanku tentang diriku atau
tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya.
Sehingga betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetapi hatiku harus kupersiapkan
untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin
itulah yang terbaik bagiku.
6. RELA
7. Realitas yang terjadi yaa... inilah
kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani.
8. Emosional, sakit hati, dongkol, atau
apapun yang membuat hatiku menjadi kecewa dan sengsara harus segera
kutinggalkan karena dongkol begini, tidak dongkol juga tetap begini. Lebih baik
aku menikmati apa adanya.
9. Lubuk hatiku harus realistis menerima
kenyataan yang ada, namun tubuh dan pikiranku harus tetap bekerja keras
mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.
10.
Apa
boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Maka yang harus kulakukan adalah mencari
ayam, cakweh, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar
bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati.
11.
MUDAH
12.
Meyakini
bahwa hidup ini bagai siang dan malam yang pasti silih berganti. Tak mungkin
siang terus menerus dan tak mungkin juga malam terus menerus. Pasti setiap
kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya.
Aku harus sangat sabar menghadapinya.
13.
Ujian
yang diberikan oleh Allah Yang Maha Adil pasti sudah diukur dengan sangat
cermat sehingga tak mungkin melampaui batas kemampuanku, karena ia tak pernah
menzhalimi hamba-hamba-Nya.
14.
Dengan
pikiran buruk aku hanya semakin mempersulit dan menyengsarakan diri. Tidak, aku
tidak boleh menzhalimi diiku sendiri. Pikiranku harus tetap jernih, terkendali,
tenang dan proporsional. Aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah.
15.
Aku
harus berani menghadapi persoalan demi persoalan. Tak boleh lari dari
kenyataan, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya
menambah permasalahan. Semua harus tegar kuhadapi dengan baik, aku tak boleh
menyerah, aku tak boleh kalah.
16.
Harusnya
segala sesuatu itu ada akhirnya. Begitu pun persoalan yang kuhadapi, seberat
apapun seperti yang dijanjikan Allah “Fa innama’al usri yusran, inna ma’al usri
yusran” dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama
kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri
oleh Allah. Karena itu aku tak boleh mempersulit diri.
17.
NILAI
18.
Nasib
baik atau buruk dalam pandanganku mutlak terjadi atas izin Allah dan Allah tak
mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia.
19.
Ini
pasti ada hikmah. Sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya
bila disikapi dengan sabar dan benar.
20.
Lebih
baik aku renungkan kenapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku. Bisa jadi
sebagai peringatan atas dosa-dosaku, kelalaianku, atau mungkin saat kenaikan
kedudukanku di sisi Allah.
21.
Aku
mungkin harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus kuperbaiki.
22.
Itibar
dari setiap kejadian adalah cermin pribadiku. Aku tak boleh gentar dengan
kekurangan dan kesalahan yang terjadi. Yang penting kini aku bertekad sekuat
tenaga untuk memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.
23.
AHAD
24.
Aku
harus yakin bahwa walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku
tak mungkin terjadi apapun tanpa izin-Nya.
25.
Hatiku
harus bulat total dan yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa hanya Allah-lah
satu-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap
urusan.
26.
Allah
Mahakuasa atas segala-galanya karena itu tiada yang mustahil bila Dia
menghendaki. Dialah pemilik dan penguasa segala sesuatu, sehingga tiada yang
sanggup menghalangi jika Dia berkehendak menolong hamba-hamba-Nya. Dialah yang
mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya.
27.
Dengan
demikian maka aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar mendekati-Nya dengan
mengamalkan apapun yang disukainya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan
selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar mahluk yang tak berdaya tanpa
kekuatan dari-Nya.
28.
"Barang
siapa bertakwa kepada Allah niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap
urusannya dan diberi rizki dari arah yang tak diduga, dan barang siapa yang
bertawakal kepada Allah niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya." (QS
[65] : 2-3)
29.
Bundel
by UGLY --- Jan '02
Tidak ada komentar:
Posting Komentar